Selamat Tahun Baru 2018

Selamat Tahun Baru 2018

ARSETO PARIADJI: PILKADA DKI KEMUNDURAN BERDEMOKRASI KARENA ISU SARA

WAJAHNUSANTARAKUCOM, JAKARTA- Arseto Suryoadji Pariadji selaku Ketua Umum PDTI Persatuan Demokrasi dan Toleransi Indonesia (PDTI) mengatakan "saya sebagai anak dari tokoh agama Kristen Pdt Pariadji sangat terganggu dan tidak nyaman ada kelompok yang menggunakan isu Agama dan Etnis untuk menjatuhkan lawan dan meraih kemenangan, ini adalah proses kemunduran dalam berdemokrasi kita, orang begitu bebas dan leluasanya mengkafir-kafirkan orang lain, sesama anak bangsa tidak saling menghormati dan menghargai" tuturnya prihatin,  persoalan intoleransi ini dapat menjurus kearah disintegrasi jika dibiarkan seperti ini" tutur Arseto anak Pdt. Yesaya Pariadji dalam jumpa pers di Apartemen Gading Nias, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (12/4/2017).

Ketika ditanya kemana arah pilihannya pada Pilkada nanti, Arseto bertutur" Saya mendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta putaran ke-2 yang menjunjung tinggi toleransi, yang tidak memanfaatkan isu Agama dan Etnis. Ketika didesak awak media apakah yang dimaksud adalah Paslon no.2, Basuki-Djarot , Arseto setuju sepertinya sosok pasangan ini yang sudah terbukti menjunjung demokrasi dan menjaga toleransi di DKI Jakarta tuturnya.

Pilihan saya bersifat pribadi tidak ada hubungannya dengan keluarga saya yang berbeda pilihan politiknya maupun jemaat Gereja Tiberias Indonesia (GTI), seperti diketahui masyarakat bahwa kakaknya Aristo  Purboadji Pariadji adalah kader Gerindra dan anggota DPRD DKI dari fraksi Gerindra yang mengusung Anies-Sandi. 

 Arseto sejak awal berharap sidang Ahok yang diduga menista agama lebih baik dihentikan. “Untungnya persidangan sementara dihentikan atas permintaan Kapolda DKI,” tuturnya

Pada kesempatan itu, sebagai tokoh muda, Arseto meminta  semua pihak, baik partai maupun ormas agar berhenti menggunakan cara-cara intoleransi dalam mencapai kepentingan politik. Terbukti dengan mengangkat isu SARA membuat Pilkada ribut dan gaduh bahkan dikhawatirkan bakal menimpulkan perpecahan di tengah - tengah masyarakat.

“Siapapun yang membuat Pilkada gaduh itu, harus diusut dan dimintai tanggung jawabnya. Agar ke depan tidak terulang melakukan kampanye dengan cara-cara yang tak benar  yang mengancam kelangsungan Indonesia," ujarnya .

Pada akhir pembicaraannya Aseto mengungkapkan ingin sekali bertemu dengan Presiden Jokowi untuk berdiskusi masalah toleransi dan membangun NKRI sejalan dengan Ormas yang tengah dia dirikan PDTI Persatuan Demokrasi dan Toleransi Indonesia (PDTI).

Penulis:Thony/Sang Jurnalis Ermandos.

0 Response to "ARSETO PARIADJI: PILKADA DKI KEMUNDURAN BERDEMOKRASI KARENA ISU SARA"

Post a Comment

1.Berkomentarlah dengan kata-kata yang sopan
2.No SPAM, No Live link , No Sara , No P*rn
3.Untuk Blogwalking / Mencari Backlink bisa Menggunakan OPENID , Name URL

Komentar yang tidak sesuai dengan isi Konten , Akan Langsung di Delete.