Selamat Tahun Baru 2018

Selamat Tahun Baru 2018

Fenomena Strong Dollar Menghantam Ekonomi Indonesia


Wajahnusantaraku.com, Jakarta - Rabu 8 Agustus 2015 merupakan tanggal bersejarah pada pemerintahan Jokowi-JK karena berbagai desakan masyarakat agar segera dilakukan  perubahan untuk memperbaiki perekonomian Indonesia yang kian melambat, tekanan dollar terhadap rupai ditambah lagi ulah para spekulan daging untuk memperkeruh situasi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya, lalu pertanyaan yang muncul apakah mata uang rupiah kembali menguat dengan komandan baru dibidang Ekuin dengan memasang Darmin Nasution.

Mengutip Fenomena STRONG DOLLAR  kultwit Rhenald Kasali 3/8 2015. dapat menambah wawasan kita bahwa kasus melemahnya rupiah bukanlah masalah sesederhana dengan mengganti para menteri, masalah ini sudah cukup lama berlangsung.

(1) Bangsa yg punya mata uang kuat itu menyenangkan tapi juga  berbahaya. Alam semesta ini selalu balance… maka akan ada masanya mencapai equilibrium.
(2) Menjadi pertanyaan mengapa Rupiah terkesan loyo? Apakah benar  dia yang loyo atau karena the USD is too strong? Jawabnya adalah mata uang USD saat ini tengah berada pada posisi super strong dan ini sesungguhnya rawan  juga bagi Amerika, karen exportnya jadi tidak kompetitif. P&G, Coke, GE, Catterpilar, Detroit, Microsoft, Aple..dll bakal kesulitan.

(3) Tapi ini terjadi merata, bukan karena mata uang lain yang loyo, tapi karena kebijakan jangka menengah The Fed, begini ceritanya.         

(4) Pada tahun 2008 Amerika dilanda krisis. Mereka pontang-panting. Obama pusing, maka dicari jalan keluar.

(5) Tahun 2009 The Fed (bank central Amerika) mulai mengambil kebijakan Quantitative Easing secara besar2an. Intinya, Amerika mencetak dolar dalam jumlah besar untuk menarik obligasinya.
Jumlahnya amat besar: USD 3.5-4.5 T.

(6) Dengan program itu, dolar mengalir deras ke emerging countries, termasuk Brazil, Indonesia, Chili dll.
(7) Dengan demikian supply dollar di emerging countries jadi berlimpah, wajar kl kursnya turun. Dan Rupiah terkesan membaik saat itu. Maka mata uang berbagai bangsa, antara 2009-2012 terkesan
menguat, dan kepala ke[ala negara emerging countries senang.

(Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD)
2009 :  9.447,00
2010 :   9.036,00
2011 :   9.113,00
2012 :   9.718,00
2013 : 12.250,00
2014 : 12.500,00
2015 : 13.500,00

(8) Sayangnya kebijakan itu ada batas waktunya, dan pemerintah  Amerika sudah jauh2 hari mengingatkan akan ada batas waktunya dan  batas waktunya adalah tahun lalu.

(9) Program quantitative easing diakhiri bertahap. Rupiah yg menguat  2009-2013.

(10) Perlahan2 goyah Quantitative easing diakhiri, dolar dipanggil  pulang. Bunga T-bond dilepas, naik perlahan- lahan, dolar pun pulang  kandang ke USA

(11) Investor di US yg senang bisa dapat return lbh baik, tapi yg meminjam jadi kena beban bunga lebih mahal. Maka mereka yg biasa  pinjam uang di bank USA utk main saham di Asia dan Amerika Latin mulai mengurungkan niatnya. Pasokan dolar di negara2 Asia tiba-tiba menjadi seret, dan menguatlah dolar. Dollar mengguncang bukan hanya  Indonesia.


(12) Menurut Morgan Stanley, The Fed dan bbrp biro riset, negara yang bakal mengalami negara yg bakal mengalami kesulitan utama: Brazil,  Chile, Turkey, Afsel, lalu kemungkinan Indonesia. Itu sdh diumumkan tahun lalu. Menjadi masalah, sejak 2009 kita tak membuat planning apa-apa.

(13) Bahkan subsidi BBM tdk dialihkan ke sektor produktif  Infrastruktur tidak dibangun, penegakkan hukum terkesan diabaikan,  pelabuhan tidak dibenahi sejak 5 thn lalu. Dgn demikian, saatnya  tiba kita tdk siap.
(14) Bahkan hiruk pikuk politik membuat kebijakan Menkeu yang saat itu dijabat Sri Mulyani menjadi kurang berkesinambungan.
(15) Kini masalahnya sudah di depan mata...ibarat kita ingin merubah udara panas menjadi hujan, rasanya sia2. Tapi bukan tak ada jalan.

Mungkin rasa terlalu cepat puas diri dan rasa percaya diri yang mengidap para pemimpin sewaktu berkuasa yang membuat bangsa ini lambat majunya.

Sampai di sini dulu ya agar kita paham penyebabnya...nanti kita lanjutkan lagi.

1 Response to "Fenomena Strong Dollar Menghantam Ekonomi Indonesia"

1.Berkomentarlah dengan kata-kata yang sopan
2.No SPAM, No Live link , No Sara , No P*rn
3.Untuk Blogwalking / Mencari Backlink bisa Menggunakan OPENID , Name URL

Komentar yang tidak sesuai dengan isi Konten , Akan Langsung di Delete.