Gaya Hidup Kapolda Sumut Hedonis, Tamu Hotel Jadi Korban


Wajahnusantaraku.com, Jakarta - Mungkin banyak yang belum tahu gaya hidup Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo yang gemar naik motor gede (Moge).
Ironisnya, kegemaran Kapoldasu memaksa sejumlah tamu Hotel Ompu Herti di Balige, Sumatera Utara harus angkat kaki karena kamar-kamar hotel diisi tamu sang Kapolda.
Tidak cuma itu, setelah tamu-tamu hotel mengemas barang-barang dan mencari hotel lain di sekitar, sang Kapolda dan tamu VIP ternyata tidak inap di Hotel Ompu Herti.

Mereka menyeberang Danau Toba dengan speed boat untuk menginap di sebuah vila mewah dengan tarif jutaan rupiah per malam. Indonesia Traffic Watch (ITW) sangat menyesalkan gaya dan aktivitas Irjen Eko Hadi Sutedjo yang gemar naik motor gede (moge), terutama saat safari moge menempuh perjalanan 300 kilometer dari Medan ke Balige.

Safari itu menunjukkan gaya hidup hedonis sang Kapolda, yang seharusnya tidak perlu dilakukan di tengah kondisi masyarakat saat ini sedang susah.
Selain itu, gaya hidup hedonis sang Kapolda dilakukan ketika pimpinan Polri di Jakarta lagi sibuk mempersiapkan proses pergantian orang nomor satu di Mabes Polri. Pimpinan Polri di Jakarta lagi menunggu kepastian soal Kapolri baru yang sudah diajukan  Presiden Joko Widodo ke DPR- RI untuk mendapat persetujuan.

 Dan di saat yang bersamaan, Kapoldasu bersama rombongannya bersafari ria menggelar konvoi Moge dari Medan ke Balige, Tapanuli Utara (Taput), pada Jumat 3 April hingga Sabtu 5 April  2015 lalu.

"Gaya hidup Kapolda seperti itu jangan sampai diikuti pimpinan Polri lainnya. Mengingat  kepolisian saat ini lagi prihatin dan rakyat sedang kesulitan dalam hidup, tapi masih ada saja petinggi Polri yang safari moge," kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan dalam diskusi bersama Forum Wartawan Polri (FWP), di Jakarta, Rabu (8/4).


Edison menuturkan, akibat gaya hidup hedonis sang Kapoldasu banyak orang dirugikan. Gara-gara kegemaran bermoge ria itu, sejumlah tamu hotel harus angkat kaki. Mereka harus keluar dan mencari hotel lain karena Kapoldasu bersama rombongan yang mengendarai Moge yang dikawal mobil Patroli Direktorat Lalu Lintas dan Moge Provost Polda  Sumut, harus menginap di sana. Dan setelah menempuh perjalanan sekitar 300 kilometer, rombongan Moge tiba di Balige pada sore hari. Kemudian belasan Moge yang digunakan Kapoldasu dan rombongan diparkir di depan Hotel Ompu Herti, milik mantan pejabat era Orde Baru. Namun, Kapoldasu dan rombongan tidak menginap di sana. Irjen Eko Hadi Sutedjo bersama rombongan yang sebagian adalah perwira tinggi Mabes Polri kemudian menuju sebuah vila mewah di Tarabunga menggunakan speed boat. Di Pulau yang terletak di Danau Toba dengan tarif jutaan rupiah per malam itulah, Kapoldasu dan rombongan menginap.


Sementara sebagian rombongan dan para pengawal menginap di Hotel Ompu Herti dengan tarif Rp 500 ribu per malam. Edison mengatakan, pihaknya mengaku sangat menyesal melihat dampak dari peristiwa safari  Moge Kapoldasu tersebut.


"Karena kehadiran Kapoldasu dan rombongannya telah menuai kekecewaan masyarakat karena terpaksa angkat kaki dari Hotel Ompu Herti," katanya. Seharusnya, kehadiran setiap anggota Polri apalagi pimpinan dari Jakarta, kata dia,  setidaknya bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Bukan justru kedatangan petinggi polisi merepotkan bahkan menambah kesulitan masyarakat," katanya.
Edison mengatakan, peristiwa konvoi moge adalah hal biasa dan sudah kerap berlangsung atau digelar di berbagai tempat di Indonesia. Namun, aksi motor gede yang sampai mengganggu kenyamanan lingkungan, jangan terjadi lagi dan jangan mencontohi arak-arakan moge di Balige atau di kota lainnya.

Sumber : Suara Pembaruan

8 Responses to "Gaya Hidup Kapolda Sumut Hedonis, Tamu Hotel Jadi Korban"

  1. Seruan Jokowi pada Kabinetnya harus berprilaku Ke UGAHARIAN artinya Kesederhanaan melihat peristiwa dan Kejadian ini seolah Motto KeUgaharian itu hanya Pidatonya saja atau mungkin Pak Jokowi tidak tau atau belum ada laporan yg masuk padanya, jika ada pastilah akan diambil tindakan

    ReplyDelete
  2. Anda terlihat sangat paham dalam menulis subyek ini. Saya salut atas keahlian anda dalam membuat sebuah artikel. Semoga hal-hal bagus seperti ini tidak berhenti sampai disini saja.

    ReplyDelete
  3. berita seperti ini wajib disampaikan pada masyarakat gan.. ditunggu artikel-artikel penting lainnya gan.. semangat dan sukses ya gan.

    ReplyDelete
  4. enak banget ya dia hidupnya.. coba lihat disekitar kita masih banyak sekali orang yang kurang mampu, untuk makan sesuap aja mereka susah payah mencarinya.

    ReplyDelete
  5. kalau saya jadi presiden, sudah saya pecat jadi warga negara. kunjungi juga wesite kami ya gan

    ReplyDelete
  6. ijin nyimak artikel nya gan
    nambah wawasan dan bermanfaat buat yang baca
    sukses terus ..

    ReplyDelete

1.Berkomentarlah dengan kata-kata yang sopan
2.No SPAM, No Live link , No Sara , No P*rn
3.Untuk Blogwalking / Mencari Backlink bisa Menggunakan OPENID , Name URL

Komentar yang tidak sesuai dengan isi Konten , Akan Langsung di Delete.