Royalti Batu Bara Naik, Pengusaha Ancam PHK


Jakarta - Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) memprediksi naikannya royalti pada perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) bakal mengancam para pengusaha.

Hal ini juga bisa memicu adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sehingga melumpuhkan ekonomi daerah. Sebab sebagian besar berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Ketua Umum APBI, Bob Kamandanu menyampaikan dengan naiknya royalti batu bara yang mencapai 10%-13,5%. Dengan demikian hanya akan menambah beban biaya perusahaan di tengah rendah harga batu bara di pasar global.

"Dengan meningkatnya beban perusahaan maka ada potensi tindakan penutupan tambang pelaku usaha hinga PHK secara masif," ujar Bob di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Dengan konsekuensi itu, maka pemerintah juga kehilangan penerimaan negara dan pendapatan daerah dari royalti dan berbagai pajak. "Dan yang paling krusial adalah dapat memicu permasalahan sosial serius di saat negara sedang melaksanakan pesta demokrasi," ucapnya.

APBI mengakui penyusunan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai revisi PP No. 9/2012 tentang Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) untuk minerba belum bisa diterima oleh pelaku industri batubara.

Sebab, penaikan royalkti minerba secara sistematis menyebabkan kehancuran korporasi baik di perusahaan tambang, perusahaan jasa, supplier atatu vendor, mau pun perbankan. "Ini terjadi karena ketidakmampuan perusahaan tambang memenuhi kewajiban-kewajibannya kepada client (buyer), kontraktor, supplier, dan perbankan," tuturnya.

Sumber:Minerba dan berbagai sumber terkait.

0 Response to "Royalti Batu Bara Naik, Pengusaha Ancam PHK"

Post a Comment

1.Berkomentarlah dengan kata-kata yang sopan
2.No SPAM, No Live link , No Sara , No P*rn
3.Untuk Blogwalking / Mencari Backlink bisa Menggunakan OPENID , Name URL

Komentar yang tidak sesuai dengan isi Konten , Akan Langsung di Delete.