Selamat Tahun Baru 2018

Selamat Tahun Baru 2018

Hukum Keadilan Yang Dilandasi oleh Kasih dan Pengampunan.



Hukum Keadilan Yang Dilandasi oleh Kasih dan Pengampunan.
ROMA 2 : 1 – 5

TEKS
2:1 Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian.
2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?
2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

KONTEKS
                Paulus belum pernah ke Roma. Ia ingin pergi ke Roma (1:8-15) dan dari Roma ia ingin pergi ke Spanyol (!5:22-33) untuk memberitakan Injil Yesus Kristus. Paulus melihat bahwa kota Roma adalah pintu masuk menuju kea rah Barat, Spanyol. Ia ingin meminta bantuan Jemaat Roma untuk mendukung rencananya yang agung dan mulia itu, yaitu memberitakan Injil ke spanyol. Agar Jemaat Roma bersedia membantunya dalam misi penginjilan yang besar ini, maka ia menulis surat kepada Jemaat Roma, yang di dalam nya dia harus member penjelasan apa Injil itu dan mengapa orang Kristen terpanggil memberitakan nya kepada semua bangsa. Dalam hal ini, maka surat Roma dapat dikatan sebagai surat berupa proposal penginjilan Paulus guna mendapat dukungan dari jemaat Roma. Dari sini kita dapat mengerti mengapa surat Roma merupakan surat yang isinya paling sistematis dan mendalam, ketimbang surat-suratnya yang lain.
                Paulus ingin memberitakan Injil baik di Roma maupun di Spanyol kepada semua orang baik morang Yahudi maupun orang b ukan Yahudi. Di dalam suratnya kepada jemaat Roma ini, Paulus menjelaskan bahwa baik cara orang bukan Yahudi maupun cara orang Yahudi untuk mendapatkan keselamatan, keduanya tidak memungkinkan mereka selamat. Cara-cara mereka bukan menyelamatkan, malah justru mencelakakan. Orang bukan Yahudi mencari keselamatan melalui penyembahan berhala, sedangkan orang Yahudi mencari keselamatan dengan melakukan hokum Turat, ternyata kedua cara itu justru mendatangkan murka Allah bagi pelakunya.
                Dalam bacaan kita, Paulus membeberkan cara hidup orang Yahudi yang menunjukkan bahwa mereka tidak bebas dari dosa; sama seperti orang bukan Yahudi, mereka juga berdosa. Orang Yahudi menganggap diri memiliki hak istimewa selaku umat pilihan Tuhan (yang hidup menurut hokum Taurat dan bersunat). Karena itu, mereka menghakimi orang lain, padahal mereka sendiri melakukan apa yang dilakukan orang lain itu. Mereka bagaikan maling teriak maling. Tuhan pasti menghakimi siapa saja yang berbuat seperti itu. Mereka yakin, karena mereka adalah umat pilihan Allah, maka mereka bebas dari penghakiman dan hukuman Allah. Mereka menganggap sepi kekayaan kemurahan Allah, kesabaran Nya dan kelapangan hati Nya. Mereka seolah-olah tidak tahu bahwa maksud kemurahan Allah itu ialah member kesempatan menuntun orang kepada pertobatan. Maksudnya ialah jika saat ini Tuhan belum memberlakukan hukuman-Nya atas orang berdosa, bukan berarti Allah membenarkan orang itu berbuat dosa, melainkan hal itu menunjukkan bahwa Tuhan masih bersabar, memberi kesempatan orangn untuk bertobat. Orang Israel memahami kesabaran Tuhan sebagai bukti bahwa mereka bebas dari hukuman Tuhan, karena mereka umat pilihan Tuhan, bukan sebagai kesempatan untuk bertobat. Karena itu, Paulus mencap mereka memiliki kekerasan hati yang tidak mau bertobat, dengan demikian mereka menimbun murka Allah atas dirinya sendiri.
PERENUNGAN
Lewat perikop pembacaan kita ini, kita diingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari dosa. Tidak ada manusia yang luput dari dosa (kecuali manusia Yesus Kristus), karena itu tidak selayaknya kita menjadi “hakim” atas kesalahan/dosa sesama kita. Bukan kita yang harus ‘menghakimi’ sesame kita, tapi itu adalah HAK Allah. Kita terpanggil untuk menegur, menasehati dan mengembalikan sesame kita ke jalan ‘Keselamatan’ dan bukan untuk menjadi ‘hakim’,  yang hanya menunjukkan kesalahan dan memvonis hukuman atas orang-orang yang telah melakukan kesalahan.
Orang-orang dengan latar-belakang luka-luka batin yang belum dipulihkan Kristus sering menjadi para hakim yang bengis kepada sesamanya. Mereka menilai dan menghukum orang lain berdasarkan penilaiannya sendiri. Di Mat. 7:1-2, Tuhan Yesus berkata agar umat percaya tidak menghakimi sesama agar mereka tidak dihakimi juga. Sebab setiap orang akan dihakimi dengan ukuran yang mereka pakai. Inilah hukum tabur-tuai. Apabila mereka menghakimi seseorang dengan adil dan bermartabat, maka mereka akan menuai penghakiman yang sama. Tetapi apabila mereka menghakimi dengan semena-mena, maka mereka akan menuai perlakuan yang sama juga.
Lebih dari pada itu, Tuhan Yesus mengingatkan umat percaya untuk tidak menghakimi sesama. Sebab  kita harus lebih jeli melihat berbagai kesalahan diri sendiri dari pada melihat sedikit kekurangan yang dilakukan oleh orang lain. Tuhan Yesus berkata, mengapa kita melihat selumbar di mata sesama, tetapi kita tidak mampu melihat balok yang menutupi mata kita sendiri. Kalau kita seorang yang jujur terhadap diri sendiri, tentunya akan mengeluarkan terlebih dahulu balok besar yang menutupi mata kita dari pada menyuruh orang lain untuk mengeluarkan selumbar kecil yang ada di matanya (Mat. 7:3-4). Dalam terang hukum Kristus, manusia modern harus menerapkan suatu pola hukum keadilan yang dilandasi oleh kasih dan pengampunan. Amin

Sumber :Pdt. Sisca Todingdatu (Bahan Persiapan IHM/4/8/13/Sjthr)

0 Response to "Hukum Keadilan Yang Dilandasi oleh Kasih dan Pengampunan."

Post a Comment

1.Berkomentarlah dengan kata-kata yang sopan
2.No SPAM, No Live link , No Sara , No P*rn
3.Untuk Blogwalking / Mencari Backlink bisa Menggunakan OPENID , Name URL

Komentar yang tidak sesuai dengan isi Konten , Akan Langsung di Delete.