Selamat Tahun Baru 2018

Selamat Tahun Baru 2018

Apel Siaga Perubahan Partai Nasdem




Apel Siaga Perubahan Partai Nasdem


WajahNusantaraku Jakarta 23 Februari 2014.
Apel Siaga Perubahan Partai Nasdem yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu Pagi jam 9 hingga sore hari berlangsung cukup meriah di hadiri dari seluruh caleg di Indonesia hingga anak ranting di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dalam kesempatan ini Partai Nasional Demokrat meminta maaf terkait kemacetan arus lalu lintas di wilayah Senayan Jakarta Pusat  Minggu, Jalan Utama di Depan Gelora Bung Karno dipenuhi Bis yang mengangkut massa Partai Nasdem hingga di depan Ratu Plaza Minggu (23/2/2014).
"Kami memohon maaf kepada warga Jakarta, ini hanya satu kali dalam setahun. Ini persiapan terakhir kami memasuki kampanye pemilihan umum," kata Ketua DPP Nasdem Akbar Faisal, di Stadion Bung Karno, Jakarta.
Akbar memperkirakan, ada sekitar 150 ribu kader Nasdem yang mengikuti acara tersebut.
Berbagai Tarian daerah, Drum Band hingga acrobat disajikan dalam acara ini hingga acara ini menjadi gegap gempita dan semarak.
"Ini sebagai tanda, kami siap untuk menang. Posisi Nasdem kekinian masih di posisi empat atau lima besar hasil survei. Kami yakin, mendekati pemilu, posisi itu akan bergerak ke posisi tiga besar, karena kami memunyai kader militan," tandasnya.
Partai Nasional Demokrat mengingatkan kondisi bangsa Indonesia kekinian, yang tengah mengalami demoralisasi.
Banyaknya persoalan bangsa, mulai dari maraknya korupsi sampai ketergantungan impor, mendapat sorotan dari Partai Nasdem.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, demokrasi yang berjalan saat ini dipenuhi rasa gamang karena hanya menghasilkan kebijakan transaksional pragmatis.
"Ini demokrasi kita saat ini. Korupsi, kolusi, nepotisme semakin marak dan tumbuh subur. Korupsi bukan hanya terjadi di sektor pusat kekuasaan, tetapi merasuk pada sistem kehidupan bangsa," cetus Surya Paloh, Minggu (23/2/2014) di stadion Gelora Bung Karno.
"Kondisi objektif bangsa ini, Indonesia sedang mengalami demoralisasi. Kalah dengan bangsa lain. Lemah dalam berbagai hal, lemah dalam disiplin nasional. Mulai lemah dalam menaruh rasa solidaritas, ini yang jadi kesedihan hati kita," lanjutnya.
Kondisi bangsa saat ini, kata Surya Paloh, yang menyebabkan Indonesia tak lagi disegani bangsa lain sebagai bangsa yang besar. Ketergantungan produk impor, menurutnya juga semakin membuat Indonesia tidak berdikari atau mandiri.
"Kita tidak diapresiasi, disegani dunia sebagai bangsa besar. Beras, cabai, bawang, daging telur, garam kita impor. Tidak bisa mandiri. Ini berikan perasaan kesedihan, bagaimana nasib-nasib petani kita, yang hilang rasa kebanggaannya," tukasnya. (Thony)


0 Response to "Apel Siaga Perubahan Partai Nasdem"

Post a Comment

1.Berkomentarlah dengan kata-kata yang sopan
2.No SPAM, No Live link , No Sara , No P*rn
3.Untuk Blogwalking / Mencari Backlink bisa Menggunakan OPENID , Name URL

Komentar yang tidak sesuai dengan isi Konten , Akan Langsung di Delete.